"MENULISLAH YANG IKHLAS, AGAR ILMUMU TERWARIS, AGAR MATIMU TAK MEMBAWA TANGIS, AGAR MASA DEPANMU TAK MIRIS, KARENA KISAH HIDUPMU SUDAH BERJALAN MANIS" ~FROM KUPER TO SUPER~

Jadilah pribadi yang rendah hati, jangan sombong,jangan dengki karena hidup hanya sekali harus berarti

Motivasi

Kita sering dihantui rasa takut, sesungguhnya ketakutan itu yang akan menghambat diri kita untuk menjadi manusia pemberani dalam menghadapi hidup. Ingatlah ada Allah yang akan selalu memberikan pertolongan-Nya

Motivasi

Jangan sia-siakan masa mudamu, karena disitulah waktu untuk mempersiapkan masa tuamu.

Motivasi

Bekerja, berjuanglah dan berdoa sertakan jiwa Ikhlas didalamnya. Yakinlah Allah Swt akan mengabulkan permohonanmu. Dia yang akan memberikan kepantasan untukmu.

Motivasi

Syukurilah segala nikmatNya, siapa yang pandai bersyukur maka akan ditambah nikmatNya

Jumat, 21 Maret 2014

BERDOALAH KALA HUJAN



Rintik-rintik hujan turun
Dingin, sejuk terasa membasahi tanah
Yang telah lama kering
Tercium bau debu tanah ditelan air hujan

Kilat dan petir menyambar
Derasnya hujan dan malampun menjelang
Gelap gulita hanya setitik cahaya
Masih ada harapan disana

Ada yang bersyukur
Ada yang mengumpat
Mengapa kata-kata kutukan kau keluarkan
Bukankah hujan adalah Anugrah

Apabila engkau tahu
Waktu mustajab doa
Salahsatunya disaat hujan turun
Maka engkau akan menyesal
Itulah manusia yang tiada rasa syukur pada TuhanNya

Itulah manusia yang tiada rasa syukur pada TuhanNya


Karya : Wiwiet Soekandar

Minggu, 16 Maret 2014

Klinik Asuransi Sampah

“Tak ada kebaikan yang sempurna tanpa kesabaran, karena kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya kebaikan itu bertahan”.

Betapa indahnya kata mutiara yang kudapatkan dari seorang dokter muda sekaligus entrepreneur Indonesia. Yang mempunyai ide brilian, dalam mengentaskan kemiskinan dengan memberikan pelayanan kesehatan, biayanya terjangkau kalangan menengah ke bawah. Kulihat saat dia dalam berita pagi TV One.

Gamal Albinsaid, penggagas “Klinik Asuransi Sampah” berada di Malang, Jawa Timur. Dia adalah seorang mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya, kelahiran Malang 08 September 1989. Bersama 4 orang temannya, membuka klinik kesehatan, tepatnya di Jl.Kyai Parseh Jaya No.2, Bumiayu, Malang. Saat ini sudah ada 4 klinik Asuransi Sampah di  wilayah kota Malang. Selain di Bumiayu, di daerah Singosari, Sawojajar, Ahmad Yani, dan Sukun. Kliniknya sudah didirikan sejak 2010, namun mulai aktif akhir 2013.

Klinik asuransi sampah ini didirikan, berlatar belakang atas keprihatinan kisah 8 tahun yang lalu. Ketika di Jakarta seorang anak berumur 3 tahun, Khoirunisa, yang sakit diare. Ayahnya tak mampu membawanya berobat ke dokter. Penghasilan ayah Khoirunisa, sebagai pemulung sehari hanya Rp. 10.000,-. Kemana-mana dia dibawa digerobak dan akhirnya Khoirunisa meninggal diantara sampah dan plastik.

Sakit atau tidak sakit masyarakat akan menyetorkan sampah. Cukup membayar premi seharga Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) setiap bulannya. Dengan cara mengumpulkan sampah organik dan an-organik yang telah dipisahkan. Selanjutnya sampah-sampah tersebut disetorkan ke klinik.

Klinik bekerjasama dengan dinas-dinas kebersihan, bank sampah dan yang terkait lainnya.. Sampah organik dapat dijadikan pupuk dijual Rp. 1000,-. Sampah an-organik dapat didaur ulang. Hasil penjualan sampah inilah, sebagai premi yang membiayai pengobatan masyarakat serta operasional klinik. Namun karena keterbatasan tenaga, saat ini yang dikelola adalah sampah an organik seperti, botol plastik,kardus bekas.

Walaupun pengobatan ini pembayarannya dengan sampah, namun pelayanan terbaik yang diberikan sama dengan klinik kesehatan lainnya. Layanan primer, cek kesehatan seperti darah tinggi, cek gula darah untuk  diabetes juga diberikan, kecuali rawat inap. Rawat inap tidak ada fasilitas dalam klinik ini.

“Sangat terharu, dengan sampah saja kami dapat berobat” pernyataan salah satu orang yang berobat menyampaikan kesannya pada sebuah stasiun televisi.

Usahanya dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat ini sungguh menakjubkan. Gamal Albinsaid, mengukir prestasi mengharumkan bangsa, membawa nama Indonesia dalam kancah Internasional.
Terbukti pendiri Indonesia Medika ini akhir Januari 2014, mendapatkan penghargaan dari Pangeran Charles “The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur”
Bahkan penghargaannya ini diberikan kepadanya langsung dari Pangeran Charles di London,Inggris.

Klinik semacam ini dapat dikembangkan di Jakarta, yang notabene sering terjadi banjir. Jadi selain kesehatan masyarakat menengah kebawah dapat terjangkau, kebersihan kota oleh akibat sampah dapat sedikit teratasi.
Semoga ide berobat dengan sampah ini terus mendapatkan dukungan dari banyak pihak.



Jakarta, 19 Maret 2014

Rabu, 12 Maret 2014

Impian Khansa


Ada teman dikantor yang menawarkan tas sekolah dengan warna ungu dan gambar Sofie.  Aku jadi teringat si kecil yang merengek minta dibelikan tas untuk dipakai ke sekolah.

“Dek, tadi ibu sudah pesan tas sama temen, lucu gambar Sofie”

“Sofie.....” gumam Khansa

“Coba bu kirim gambarnya pakai bb, seperti apa”.

Setelah gambar dikirim. “Nggak Bu, aku nggak suka”.

*****

Beberapa hari kemudian, Khansa merapikan buku sekolahnya.

“Bu, belikan aku tas ya?” rengekannya.

“Uang tabunganku kan masih ada”

Dan dia mulai menghitung uang tabungan yang dititipkan ibunya.

“Kemarin mau dibelikan tas yang Sofie tak mau, gimana adek nih!”

“ Nggak suka sofie, maunya Doraemon”

 “Adek kan cewek, pilih tasnya yang Sofie saja, Doraemon kayak cowok”.
“Memang kenapa nggak boleh Doraemon?”

“Doraemon itu lucu bu, gendut, pipi tembem, Sofie kurus”

Aku tertawa mendengar celotehnya. Hmm..., Doraemon si Kucing yang selalu bisa mengabulkan permintaan Nobita.  Mengapa ada dihati anakku ya?. Apakah dia berharap impiannya akan terkabul, seperti Nobita yang sering merengek pada Doraemon.

*****

Teringat aku dengan Khansa yang suka sekali menuliskan impiannya di buku diary. Walaupun dia masih usia 9 tahun,  kuajarkan untuk menuliskan apa impiannya.

“Nak, apa saja yang kamu iginkan tulis saja pada buku diarymu” nasehatku padanya.

 “Iya bu, tapi ibu tak boleh lihat ya, dosa lho kalau lihat”

Dia tuliskan impiannya, dan aku benar-benar tak boleh melihatnya. Dia simpan buku diarynya. Penasaran juga, apa saja yang ditulisnya. Dalam buku diary-nya dia tuliskan “Impianku tahun 2013” dengan huruf besar. Pertama kali dia menuliskan apa saja impiannya di bulan Nopember tahun 2012.

Dan salah satu impiannya, Umroh bersama keluarga. Subhanallah apa yang ada dalam impiannya terwujud di bulan Feb 2013, kami bisa umroh sekeluarga. Apa impianmu sahabat?



Tangerang, 21 Maret 2014


Selasa, 07 Januari 2014

DISEPERTIGA MALAM



Di sepertiga malam ku terbangun,
seperti ada suara tangisan
Walaupun mata sulit terbuka
terbuai dinginnya malam disertai turunnya hujan

Tapi rasa penasaran
Memaksaku untuk membuka mata ini.
Ku lihat samar dalam kegelapan
dan keheningan malam,


Bayangan ibu dalam balutan mukena.
Menengadahkan tangan,
terisak merintih,menangis dalam doa
seakan mengadukan  kesedihan yg sedang dirasakannya.
Begitu khusyuknya berdua dengan Robnya,


Airmataku menetes , aku malu sungguh malu, ibu bangun u.mendoakan aku,
Tapi yang didoakan masih terbuai mimpi.
Ya Allah ,ampuni hambamu
yang tak tahu diri ini
Yang masih belum bisa membahagiakan ibuku,yg masih membuat hatinya terluka
Ampuni ya Robbi
Kuberjanji ibu, sekuat tenaga membahagiakanmu
Kumohon doa dan ridhomu,Ibu



Senin, 23 Desember 2013

KOPDAR BERSAMA BUNDA ASMA NADIA

     
     Di Sabtu pagi gerimis hujan turun, diantar suami dengan naik motor menuju Islamic Village. Untung Gerimis bersahabat tak sampai hujan lebat padahal lagi musim banjir dimana-mana. Jam 09.30 tiba di lokasi, tengok kanan kiri dimana ya, tempat bedah buku Asma Nadia. Dan bertemu panitia menunjukkan tempat digedung 1stisfillation. Kulihat meja tertata banyak buku Asma Nadia dan juga tas ransel diantara pengunjung yang hadir, ada perempuan dengan kerudung pink sedang menulis olala ternyata mbak Asma, tanda tangan buku yang dibeli pengunjung. Akhirnya bisa bertatap muka dengan penulis buku yang buku-bukunya best seller. Cihuiii Senang banget akhirnya bisa bertemu wajah aslinya, selama ini hanya memandang wajahnya dari buku karyanya atau facebook. Inner beauty dengan stelan blus dan rok hitam serta kerudung pinknya. 
     


     Tak kulewatkan untuk foto-foto narsis dengannya. Ha ha ha kapan lagi kalau tidak sekarang pengunjung belum banyak. Segera naik ke lantai atas tempat bunda bedah buku "Sakinah Bersamamu."
Sebelumnya iklan lewat dari Bank BRI dan Bank BII. 

Tak sabar rasanya menunggu Bunda Asma untuk membedah buku-bukunya. Pengunjung yang didominasi oleh ibu-ibu dan remaja putri siswa Islamic Village. Terhipnotis oleh suara Bunda Asma yang menjelaskan bagaimana buku ini mengupas untuk menjadi keluarga Sakinah yang pasti didalamnya banyak Ujian, diantaranya ada ujian finansial, kesehatan, kehilangan dan lainnya. Maka mohonlah kepada Allah dalam Doa untuk memberikan sakinah kepada keluarga kita, Ikhtiar serta mengingat mati. Mengapa mengingat mati penting karena apa yang menjadi keributan dalam rumah tangga akan menjadi redam bila banyak mengingat kematian. Bila ada masalah segera selesaikan jangan sampai menumpuk.

      Apa yang terjadi disekeliling kita oleh Bunda Asma banyak yang dituliskan dalam buku best sellernya : Catatan Hati Ibunda, Jangan Bercerai Bunda, Catatan Hati di Setiap Doaku, Twitografi Asma Nadia dan masih banyak lagi.

"Bagaimana bila menjadi singgle parent?, serta mengetahui potensi anak?" salah satu peserta talk show menanyakan kepada Bunda Asma. Jawaban Bunda Asma, dengan selalu berdoa minta kepada Allah untuk dikuatkan, maximalkan kebersamaan dengan anak-anak, ingatkan anak kepada ayahnya. 
Untuk mengetahui potensi anak hendaklah anak kita beri ruang, kesempatan, jangan menghakimi serta support untuk terus belajar.

Talk show yang seru tak terasa waktu menunjukkan jam 12.00. Pesan Bunda Asma di akhir talk show untuk para ibu jadikan diri kita untuk menjadi berdaya agar menjadi mulia.  

     Anggota KBM Tangerang yang hadir hanya aku dan Rifki. Tapi ini tak membuatku dan Rifki menjadi kecewa, karena banyak ilmu yang ditimba. Makasih Bunda Asma, hari ini aku sangat bahagia, bisa memeluk Bunda, menatap wajah bunda sangat dekat. Kami doakan Bunda sehat selalu, memberikan banyak inspirasi serta semangat untuk para remaja, wanita dan para ibu dimanapun berada.


Islamic Village, Tangerang 18 Januari 2014

     

KOPDAR BERSAMA BUNDA ASMA NADIA

     
     Di Sabtu pagi gerimis hujan turun, diantar suami dengan naik motor menuju Islamic Village. Untung Gerimis bersahabat tak sampai hujan lebat padahal lagi musim banjir dimana-mana. Jam 09.30 tiba di lokasi, tengok kanan kiri dimana ya, tempat bedah buku Asma Nadia. Dan bertemu panitia menunjukkan tempat digedung 1stisfillation. Kulihat meja tertata banyak buku Asma Nadia dan juga tas ransel diantara pengunjung yang hadir, ada perempuan dengan kerudung pink sedang menulis olala ternyata mbak Asma, tanda tangan buku yang dibeli pengunjung. Akhirnya bisa bertatap muka dengan penulis buku yang buku-bukunya best seller. Cihuiii Senang banget akhirnya bisa bertemu wajah aslinya, selama ini hanya memandang wajahnya dari buku karyanya atau facebook. Inner beauty dengan stelan blus dan rok hitam serta kerudung pinknya. 
     


     Tak kulewatkan untuk foto-foto narsis dengannya. Ha ha ha kapan lagi kalau tidak sekarang pengunjung belum banyak. Segera naik ke lantai atas tempat bunda bedah buku "Sakinah Bersamamu."
Sebelumnya iklan lewat dari Bank BRI dan Bank BII. 

Tak sabar rasanya menunggu Bunda Asma untuk membedah buku-bukunya. Pengunjung yang didominasi oleh ibu-ibu dan remaja putri siswa Islamic Village. Terhipnotis oleh suara Bunda Asma yang menjelaskan bagaimana buku ini mengupas untuk menjadi keluarga Sakinah yang pasti didalamnya banyak Ujian, diantaranya ada ujian finansial, kesehatan, kehilangan dan lainnya. Maka mohonlah kepada Allah dalam Doa untuk memberikan sakinah kepada keluarga kita, Ikhtiar serta mengingat mati. Mengapa mengingat mati penting karena apa yang menjadi keributan dalam rumah tangga akan menjadi redam bila banyak mengingat kematian. Bila ada masalah segera selesaikan jangan sampai menumpuk.

      Apa yang terjadi disekeliling kita oleh Bunda Asma banyak yang dituliskan dalam buku best sellernya : Catatan Hati Ibunda, Jangan Bercerai Bunda, Catatan Hati di Setiap Doaku, Twitografi Asma Nadia dan masih banyak lagi.

"Bagaimana bila menjadi singgle parent?, serta mengetahui potensi anak?" salah satu peserta talk show menanyakan kepada Bunda Asma. Jawaban Bunda Asma, dengan selalu berdoa minta kepada Allah untuk dikuatkan, maximalkan kebersamaan dengan anak-anak, ingatkan anak kepada ayahnya. 
Untuk mengetahui potensi anak hendaklah anak kita beri ruang, kesempatan, jangan menghakimi serta support untuk terus belajar.

Talk show yang seru tak terasa waktu menunjukkan jam 12.00. Pesan Bunda Asma di akhir talk show untuk para ibu jadikan diri kita untuk menjadi berdaya agar menjadi mulia.  

     Anggota KBM Tangerang yang hadir hanya aku dan Rifki. Tapi ini tak membuatku dan Rifki menjadi kecewa, karena banyak ilmu yang ditimba. Makasih Bunda Asma, hari ini aku sangat bahagia, bisa memeluk Bunda, menatap wajah bunda sangat dekat. Kami doakan Bunda sehat selalu, memberikan banyak inspirasi serta semangat untuk para remaja, wanita dan para ibu dimanapun berada.


Islamic Village, Tangerang 18 Januari 2014

     

Senin, 11 November 2013

Antologi Pertama

"Beginilah Cara Tuhan Mengubah Nasibku"


Bila ada kesempatan janganlah kau lewatkan,karena kesempatan belum tentu akan datang kedua kalinya.

Penulis “Ahmad Rifai Rifan” siapa yang tak kenal dengannya, sosok penulis muda yang sangat sukses dengan karya bukunya yang penuh motivasi. 

Pertama kali karyanya yang kubaca buku “From Kuper To Super” sangat bagus jadi ingin menambah buku koleksinya. Man Shabara Zhafira, Hidup Sekali Berarti Lalu Mati, The Perfect Of Muslimah, Agar Ujian ditolong Allah dan masih banyak deretan judul karya yang dilahirkan dari tinta emasnya.

Dia salah satu penulis yang aku kagumi, melalui facebook memberikan kesempatan kepada siapa saja, yang akan mengirimkan karyanya untuk dimuat bersama tulisannya. Dan kesempatan ini tak kusia-siakan, ikut mengirimkan tulisan yang masih jauh dari sempurna, ternyata masuk bersama 18 kiriman teman-teman yang lain. 

Pertama kali mengirim tulisan dan dimuat bareng penulis terkenal lagi, sangat suprise banget. Buku “Beginilah Cara Tuhan Mengubah Nasibku“ judul buku itu yang diterbitkan oleh Penerbit Quanta (Group Gramedia), 2013 . Jadi semangat untuk belajar menulis.

Buku tentang keajaiban sholat tahajud, sedekah, puasa dan lainnya yang dialami para penulis ini royaltienya disedekahkan 100 %, semoga antologi pertamaku ini melecut diri untuk dapat menghasilkan tulisan yang bermakna, penuh manfaat.

Terimakasih Mas Ahmad Rifa’i Rifan atas kesempatan yang diberikan, semoga kesuksesan dunia dan akherat menyertai Mas Rifa’i dan keluarga.