"MENULISLAH YANG IKHLAS, AGAR ILMUMU TERWARIS, AGAR MATIMU TAK MEMBAWA TANGIS, AGAR MASA DEPANMU TAK MIRIS, KARENA KISAH HIDUPMU SUDAH BERJALAN MANIS" ~FROM KUPER TO SUPER~

Jadilah pribadi yang rendah hati, jangan sombong,jangan dengki karena hidup hanya sekali harus berarti

Motivasi

Kita sering dihantui rasa takut, sesungguhnya ketakutan itu yang akan menghambat diri kita untuk menjadi manusia pemberani dalam menghadapi hidup. Ingatlah ada Allah yang akan selalu memberikan pertolongan-Nya

Motivasi

Jangan sia-siakan masa mudamu, karena disitulah waktu untuk mempersiapkan masa tuamu.

Motivasi

Bekerja, berjuanglah dan berdoa sertakan jiwa Ikhlas didalamnya. Yakinlah Allah Swt akan mengabulkan permohonanmu. Dia yang akan memberikan kepantasan untukmu.

Motivasi

Syukurilah segala nikmatNya, siapa yang pandai bersyukur maka akan ditambah nikmatNya

Sabtu, 19 Juli 2014

Jangan Biarkan Berlalu Tanpa Makna


     Tak terasa Ramadhan  tinggal beberapa hari lagi akan meninggalkan kita. Mencoba merenungi apa yang telah diperbuat untuk mengisi tamu yang mulia ini. Rasa sedih atau bahagiakah yang dirasakan saat ini, ataukah penyesalan karena hari yang dilalui terlewat begitu saja tak bermakna, selain hanya menahan haus dan lapar. 

     Tidak ada kata terlambat, segera azamkan dalam diri untuk memperbaiki yang sudah terlewati. Masih ada beberapa hari untuk meraih cinta-Nya, maximalkan diri membuat perbaikan untuk mengejarnya, walaupun harus berlari dan berlari. 

     Sahabatku ..., ingatkah cerita lomba lari antara Kura-kura dan Kelinci. Kelinci yang sombong melihat Kura-kura yang masih jauh tertinggal dibelakangnya, maka Kelinci istirahat dibawah pohon hingga terlelap. Namun Kura-kura terus berjalan hingga bisa melewati Kelinci yang masih pulas tertidur. Dan siapakah yang menjadi pemenang pertama mencapai garis finish. Siapa lagi kalau bukan si Kura-kura yang menjadi Juara.

     Ada yang bahkan telah membuat target mengisi Ramadhan, tetapi hanya sebagai catatan saja. Maka target tidak akan tercapai tanpa tindakan yang nyata. Tetap semangat dan berpikir positif, untuk menuju finish. 
"Mungkin inikah Ramadhan terakhirku?" Maka ibadah yang terbaik yang akan dipersembahkan untuk-Nya.

    Namun bila masih diberikan panjang umur, yang paling penting adalah setelah Ramadhan lewat, apakah selanjutnya kita menjadi pribadi yang fitri, ataukah masih sama saja dengan sebelumnya. 

Yuk Sahabat ...
Semangat selalu menuju garis kemenangan. 

Ahad, 20 Juli 2014

    


Kamis, 12 Juni 2014

NIKMAT TUHANMU MANAKAH YANG KAU DUSTAKAN?


Sumber google

Tatkala membuka mata, masih diberikan waktu untuk melihat sinar matahari pagi. Jantung masih bisa berdetak, telinga yang masih mendengar suara kehidupan. Anggota tubuh lain bisa digerakkan. Syukur pada-Mu yang telah memberikan semuanya.
“Siapa yang memberikan semua itu? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Melihat anak-anak, masih Engkau berikan amanah untuk menjadi orangtua, doa mereka yang akan menjadi cahaya kubur nanti. Teman atau saudara, masih banyak yang belum dikarunia putra walaupun usia pernikahannya telah sekian tahun bahkan puluhan. Segala upaya dilakukan sebagai ikhtiar untuk mendapatkan keturunan.
“Siapa yang memberikan anak, pewaris keturunan keluarga? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Saat keluarga, saudara atau tetangga yang terbaring sakit, betapa berharga mahal arti sehat. Walau harta berlimpah, namun banyak larangan dokter yang harus dipatuhi, untuk tidak makanan jenis tertentu. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan demi sebuah kesembuhan. Namun tetap penting untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan. Berpuasa sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan, selain berolahraga.
“Siapa yang memberikan sehat? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Hamparan bumi yang dipijak, dengan seluruh isinya, betapa Allah maha kaya menyediakan untuk semua Mahluk ciptaan-Nya. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? 
Berkali-kali Allah menyebut dalam surat Ar Rahman,"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?". Apa sesungguhnya yang dapat kita renungkan dari ayat tersebut.

 Allah yang seharusnya menjadi cinta pertama kita. Apa yang telah kita lakukan untuk meraih cinta-Nya. Membuka Kalam Ilahinya bila sisa waktu. Astagfirullah ....Ampuni kami ya Rabb. 

Kebahagiaan ada dalam hati yang tenang, serta rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan. Wujudkan dengan menjadi umat-Nya yang bermanfaat. Minimal bagi keluarga.

11 Juni 2014
Motivasi dari seminar ESQ


Senin, 19 Mei 2014

Sudahkah Hidup Bermanfaat?


sumber : google

Perjuangan untuk mencapai cita-cita atau impian, tiap orang berbeda-beda. Dan semua tak lepas dari usaha, doa dan kasih Allah Swt, yang Ar Rahman serta Ar Rahim. Karena kasih sayang Allah semua bisa didapatkan. Tanpa kasih sayang-Nya, bisa saja yang didapatkan akan hilang. Maka ingatlah selalu, bahwa kita bukan siapa-siapa tanpa pertolongan-Nya.

Contohnya, bagaimana seseorang yang ingin mempunyai motor atau mobil. Enak kali ya..., kalau bisa punya motor, kemana-mana tak usah jalan kaki. Dan akhirnya dengan hidup yang prihatin, kreditan motor bisa dibayar, walaupun cicilan rumah juga belum lunas. Bulan-bulan pertama, senang sekali tanpa harus berdesakan di angkutan umum, yang aromanya bermacam-macam.

Tetapi lama-lama juga akan terasa biasa saja, oh begini rasanya naik motor. Anak ada tiga orang, motor sudah tak cukup. Keinginannya naik untuk memiliki mobil. Dan karena kerja keras serta cerdas, berhasillah mobil dibelinya. Nggak usah lihat model atau jenisnya, yang penting bisa jalan he he he. Setelah sering naik mobil, oh begini rasanya naik mobil.

Lihatlah, bagaimana perjuangan yang dia harus lalui untuk bisa mendapatkannya. Bisa jadi dia harus melalui perihnya hidup, menahan keinginan untuk makan enak, tidur pun tak nyenyak dan lainnya. Yaa..., semuanya akan terlihat biasa saja, tapi saat untuk mencapainya, tangga demi tangga yang ditapaki itulah perjuangan yang membuat semangat dalam hidup.

Tapi semua itu, hendaknya jangan menjadi suatu yang sia-sia. Apa yang telah diusahakan bisa bermanfaat juga untuk orang lain. Semoga kita bisa menjadi bagian dari orang yang bermanfaat, berkontribusi untuk mahluk-mahluk ciptaan Allah. Besar kecil tak menjadi masalah, yang menjadi masalah bila kita tak pernah memulainya, dan semua dimulai dari yang terkecil.




19 Mei 2014

Rabu, 07 Mei 2014

SURAT UNTUK SANG BUAH HATI



Ketika tenggelam dalam sunyi,
sepi sendiri,
menyergap bayang buah hati,
yang sedang terlelap nun jauh di sana

Betapa bahagia hidupku,
menjadi lengkap
Karena kehadiran kalian,
aku jadi seorang ayah

Kuterpesona dengan rasa sayang selama ini,

atas segala suka yang kalian berikan
Tiada sesal,atas segala duka yang kalian lakukan
Karena kalian bagai jantung yang selalu memompa semangat

Mungkin kalian tak pernah tahu apa yang telah kulakukan,
tapi percayalah,
kucuran keringatku semua,
hanya agar kalian bahagia,

Walau dalam keterbatasan, tujuan hidupku sederhana,
kuingin jadi orang pertama,
yang bisa melindungi, membela dan mencintai kalian
dikala suka atau saat dirundung duka,

Aku sadar, ketika kalian bertambah dewasa nanti,
kalian tak perlu kehadiranku lagi.
Namun jika kalian memerlukan,

aku selalu siap menunggu disini ...

Berjanjilah kalian berkunjung,
bersama cerita yang kalian miliki.
Aku akan selalu ada,
karena  cintaku pada kalian semua


Jakarta Timur, 7 Mei 2014

Zero Warta


Puisi titipan seorang teman yang merindukan buah hatinya
sumber : google


Senin, 05 Mei 2014

SALAM RINDU UNTUK KEKASIHKU



Sumber : google
Kala malam,
kesunyian hati menyergap tiba-tiba,
menyeret ingatanku padamu

Menerawang ke rumah yang penuh kehangatan,
dan hari-hari yang menyenangkan

Ketika rindu datang,
kepedihan memenuhi hati
pedih karena kenangan bersama penuh cerita bahagia
Aku begitu rindu,
saat dimana kau memelukku penuh cinta

Air mataku meleleh,
karena terpisahkan tebalnya tembok yang kokoh ini,
yang tak pernah kubayangkan sebelumnya
Aku begitu merindukanmu
kekasih hatiku

Berulangkali aku memikirkanmu,
mendamba dan mengharap dirimu
selalu disampingku
Beratus kali mimpi datang tentang kebersamaan,
menembus awan menggapai bintang

Tentang menggantung cita
lalu bekerja keras mewujudkannya.
Setiap hari, menghitung hari dari balik dinding,
ratusan hal ingin kuceritakan padamu,
Namun saat ini, engkau tak berada di sampingku,

Sekarang cerita itu,
hanya kusimpan dalam hati,
Semoga berkah kebersamaan tiba,
hingga bisa membagi cerita lagi denganmu,
itu harapan dan doaku

Dan harapan terbesarku
memberikan segenap cinta yang engkau butuhkan,
Menyentuhmu hingga kau tahu
Kalauku selalu ada di sisimu,
Menghargai dan menghormatimu lebih dari siapapun

Namun kekasihku, tahukah apa kesalahanmu?
Setiap kali aku mulai bekerja,
Bayanganmu merayap dalam pikiranku
Lembut,  perlahan, dan sebelum aku sadar
seluruh pikiran dipenuhi bayangmu

Kau begitu hangat,
begitu manis,
penuh cinta
Tapi ini harus dihentikan,
aku harus menyelesaikan pekerjaanku malam ini

Karena itulah, aku mulai mengerjakan sesuatu yang sangat – sangat penting,
Aku mengirimkan puisi ini padamu,
agar engkau tahu betapa aku merindukanmu,
Betapa aku membutuhkanmu
dan agar engkau tahu betapa besar cintaku padamu…

 Jakarta Timur, awal Mei 2014

Zero Warta

Cat : Puisi yang dibuat dan titipan dari Zero Warta untuk orang terkasih dan selalu dirindukannya



Jumat, 11 April 2014

APEL MERAH, APEL MEKAH


Pembagian catering makan siang di tenda sudah dibuka, antrian sudah panjang.  Aku, dan yang lain segera mengantri, karena disini harus gerak cepat. Bila tidak, bisa tertinggal acara yang lain, susah menyusulnya.

 “Apel jelek amat sih” ucap salah satu temanku kusebut namanya Rosita

“Memang kenapa Ros dengan Apelmu?” sahutku

“Lihat saja, jelek banget kotor begini” Rosita sepertinya kesal sekali

“Ya sudah, tinggal dikupas saja, jadi kulitnya yang kotor tidak terlihat lagi kan?” bujukku

Di Mina tenda-tenda telah disediakan, jamaah haji tidak memasak, mereka sudah mendapat konsumsi juga baik sarapan pagi, makan siang ataupun makan malam. Nasi, lauk, buah lengkap tersaji, jangan bosan dengan menu yang ada. Mau protes masak sendiri saja he he he.

Alhamdulillah terasa nikmat, karena tak mungkin dengan kelelahan yang ada harus memasak. Bukankah tujuannya ibadah yang harus dimaksimalkan?, walaupun urusan perut juga penting, tapi jangan jadi alasan untuk mengurangi kenikmatan dalam beribadah.

********
Hari kedua di Mina, setelah sarapan pagi kami masih harus melanjutkan melempar Jumroh. Dengan bimbingan pimpinan rombongan haji, kami siap melontar batu (kerikil) ke tiang bangunan. Masing-masing dengan 7 kerikil  ketiga Jumrah yaitu Ula, Wustha dan Aqabah. Sebagai simbol perlawanan dan permusuhan kita kepada Syetan.

Selesai melempar jumrah, ada yang berbelanja untuk oleh-oleh sanak saudara. Ada juga yang istirahat di tenda memperbanyak ibadah dengan dzikir atau tilawah Al Qur’an. Waktu berjalan cepat, siangnya kami seperti hari sebelumnya mengantri catering, dan buah yang disajikan sama dengan kemarin Apel lagi. Biasanya buah yang disajikan berganti Pisang, Apel, atau Jeruk.

Rosita memilih Apel yang bagus sekali, tak mau seperti yang kemarin terlihat kotor. Kamipun makan bersama. Namun ada yang aneh pada Apel Rosita, begitu dibuka dalamnya, tak bisa dimakan.
sumber  google

“Astagfirulah ...” ucap Rosita

Sadar akan kesalahan yang telah diperbuatnya, kemarin mencela Apel yang kotor, namun dalamnya enak dimakan. Berulangkali dia ucapkan istighfar, sangat menyesali apa yang telah dilakukan. Apalagi di Tanah Mekah dimana doa-doa diijabah, haruslah berhati-hati.

Mungkin itulah beda Apel Mekah dan Apel Indonesia, walaupun sama merahnya namun jangan lupa untuk selalu mensyukuri nikmat karuniaNya.

Sepenggal catatan Haji th. 2008

Jum’at, 11 April 2014

Kamis, 10 April 2014

Handphone Salah Masuk


"Ayoooo nak, angkat hape ibumu," gerutuku dalam hati . Sudah berkali-kali kuhubungi tak diangkat. Coba dibbm masih tanda "D".

"Ayoooo buka nak hapenya"

Tak tenang dalam perjalanan ke kantor. Huuuuh.... ini kesalahanku sendiri. Tunggu sepuluh menit lagi, siapa tahu diangkat. Dengan hape yang satunya kuhubungi lagi, hasilnya nihil. Sebentar lagi masuk sekolah, bisa-bisa dimarahin gurunya kalau kutelpon karena mengganggu jam belajar. Mau sms temannya, nomernyapun ada dihape itu. Hubungi siapa lagi, karena pasca handphone anakku hilang, belum ada gantinya.

Biasanya dalam perjalanan ke kantor masih bisa tidur, tak tenang jadinya. Bagi ibu bekerja alat yang satu itu sangat penting sekali. Banyaknya nomor-nomor yang penting kusimpan dihape yang terbawa anakku. Bagaimana bila ada telephone masuk, mengganggu kelas. Pasti dia tidak tahu kalau handphone itu yang berbunyi. Menari-nari pertanyaan dipikiranku. Karena anakku sendiri tak tahu hape ibunya ada dalam tasnya. Lho kok bisa?. 

Saat naik motor bersamanya, kugenggam hape itu. Takut jatuh maka kumasukkan dalam tas ranselnya. Tas ranselku sendiri berat karena ada laptop didalamnya, jadi mau menaruh juga susah karena motor sudah berpacu di jalan raya. 

"Taruh saja didalam tas Naufal, begitu turun nanti diambil" pikirku

Dan begitu turun kulupa mengambilnya. Ada hikmah yang dapat kuambil disini :
1. Jangan malas untuk menaruh barang pada tempatnya, apalagi bagi si pelupa (yang nulis ngacung nomor satu)
2. Simpan nomor penting di handphone cadangan apabila ada.

Harapanku siang nanti, anakku bisa dihubungi lagi, atau paling tidak sudah membaca pesan dalam hape itu. Untung hari ini aku tak bertugas jadi PJ ODOJ (mengupdate bacaan 29 teman dalam tilawah Al Qur'an group One Day One Juz). Bisa kacau laporan kholas teman-teman. 


Jum'at, 11 April 2014