"MENULISLAH YANG IKHLAS, AGAR ILMUMU TERWARIS, AGAR MATIMU TAK MEMBAWA TANGIS, AGAR MASA DEPANMU TAK MIRIS, KARENA KISAH HIDUPMU SUDAH BERJALAN MANIS" ~FROM KUPER TO SUPER~

Jadilah pribadi yang rendah hati, jangan sombong,jangan dengki karena hidup hanya sekali harus berarti

Motivasi

Kita sering dihantui rasa takut, sesungguhnya ketakutan itu yang akan menghambat diri kita untuk menjadi manusia pemberani dalam menghadapi hidup. Ingatlah ada Allah yang akan selalu memberikan pertolongan-Nya

Motivasi

Jangan sia-siakan masa mudamu, karena disitulah waktu untuk mempersiapkan masa tuamu.

Motivasi

Bekerja, berjuanglah dan berdoa sertakan jiwa Ikhlas didalamnya. Yakinlah Allah Swt akan mengabulkan permohonanmu. Dia yang akan memberikan kepantasan untukmu.

Motivasi

Syukurilah segala nikmatNya, siapa yang pandai bersyukur maka akan ditambah nikmatNya

Selasa, 16 September 2014

KAPAN GILIRAN KITA?






       Selasa, 9 September 2014, Jam 02.15 dini hari saat hapeku terdengar nada panggilan. Dengan masih terkantuk-kantuk kubangun juga siapa tahu ada telp penting.  Beringsut menuju meja tempat kumenaruh hape, dari nomor tak dikenal, sempat terlintas jangan-jangan orang iseng. Namun tetap kuangkat juga, karena penasaran.

    “Assalamu’alaikum,” sapaku
    “Wasalamu’alaikum, Mbak ... ini Heri, Latif meninggal!” terdengar isak tangisnya
    “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, ya Allah ... kenapa?”
    “Kecelakaan, segera kabarin saudara lain ya!!!”
   
    Tak ada kabar sakit tentang keponakanku, tiba-tiba dipanggil oleh yang maha kuasa. Masih berusia 25 tahun. Doa dari kami semoga mas Latif Buchory diampuni segala dosa, diterima semua amal ibadahnya, digolongkan ke dalam hamba-Nya yang sholeh. Aamiin
Kapan tiba giliran kita? Besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau sekian tahun lagi. Kematian sebuah misteri hanya Allah Swt yang tahu. Tak ada satupun dari diri kita yang tahu keadaan masing-masing, akan menuju Surga atau Neraka. Mari persiapkan bekal yang terbaik saat menghadap Ilahi, jangan sia-siakan waktu, isi dengan hal yang bermanfaat. Siapakah yang akan menemani dalam kubur?

    Semoga Allah menjaga hati dan diri kita semua dalam taqwa, persiapkan bekal untuk menghadap-Nya. Setiap hari paksakan diri untuk berinteraksi dengan Al Qur’an baca terjemahan/arti karena didalamnya merupakan petunjuk jalan, obat dari segala macam penyakit hati, sebagai cahaya kehidupan dan cahaya kubur kita kelak. Awalnya paksaan tetapi lama-lama akan jatuh cinta. Bila tak percaya, silahkan dicoba.

Ya Allah ... jadikanlah permulaan hari ini suatu rahmat, pertengahannya nikmat, dan penghujungnya berkah. Aamiin

Rabu, 18 September 2014

Selasa, 02 September 2014

SAAT TIBA WAKTUNYA



Alhamdulillah, syukur akan segala nikmat yang Engkau berikan. Tangis bahagia saat mendengar saudara, tetangga atau teman dipanggil menuju Baitullah. Dan hari ini kakak ketigaku (perempuan) bersama suami, mendapatkan hadiah yang indah dari Allah menunaikan rukun iman yang ke 5. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar setelah penantiannya selama 4 tahun.

Teringat 6 tahun yang lalu, saat aku bersama rombongan dibimbing oleh Ibu Hj. Erna (Pimpinan KBIH Ridho Allah) untuk sholat sunah 2 rakaat di Jabal Qubais. Disampaikan oleh beliau disitulah tempat Nabi Ibrahim as, memanggil umatnya untuk pergi Haji.

“Sholat sunah 2 rakaat dengan khusyuk dan setelah itu kita berdoa dalam sujud nanti akan ada yang terlintas siapa saudara atau teman kita yang akan datang untuk Haji” Pesan beliau sebelum kami memulai sholat.

Setelah sholat kamipun berdoa sujud pada Ilahi Robbi, dan yang kubayangkan saat itu tentu saja untuk suamiku agar bisa menyusul. Namun yang terlintas sekilas adalah kakakku yang nomor tiga ini. Wallahua’alam.

“Labaikkallah humma labaik, labaikalla syarikalakalabaik”. Setiap diri muslim seharusnya mempersiapkan diri untuk mendapatkan panggilan berhaji. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, entah dari golongan orang yang mampu dari finansial ataupun yang tak mampu sekalipun.

Banyak cerita dari teman-teman yang berangkat haji, bukan dari orang yang hartanya berlebih. Ada tetangga kakakku seorang penjual sayur kangkung namun beliau rajin bersedekah, tukang bubur naik haji (sudah diangkat ceritanya dalam sinetron TV), penjual cimol (cerita AA Gym) dan masih banyak cerita lainnya, termasuk saya pribadi he he he yang rasanya tak mungkin. Banyak jalan serta pintu rizki yang diberikan Allah, yang terkadang diluar nalar manusia. Yang tak mungkin, tapi bila Allah Kun Fayakun apa yang terjadi, terjadilah.  Silaturahim kepada mereka yang akan berangkat Haji, semoga kita tertular juga. Aamiin

Bagaimana agar diri kita mendapatkan panggilan itu? Pantaskan diri kita untuk mendapatkan ridhoNya. Yang sering terdengar adalah kalimat,”Aku belum dapat panggilan”

Berdoa untuk dipanggil sudahkah sering kita minta? Jangan pernah putus asa, yakinlah akan doa disertai dengan usaha dan ikhtiar serta kerja keras, insha Allah kepantasan yang akan kita terima. Selamat menjemput rizki, tetap semangat.
                                       Di Bandara Suta kakak menjemputku pulang dari Umroh
      

 Untuk kakakku tersayang,

 Selamat jalan, semoga Allah Swt berikan, kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunahnya, keselamatan dan kesabaran berangkat hingga kembali ke Indonesia, menjadi Haji dan Hj yang mabrur, tetap istiqomah. Aamiin

Kutunggu cerita indahmu saat tiba tanah air yaa, semoga berkantong-kantong kesabaran tetap dibawa karena mendapatkan amanah menjaga seorang jamaah ibu yang berumur 99 tahun.

Selasa, 2 September 2014

Kamis, 21 Agustus 2014

MASIHKAH KITA TERLENA?




OASE DAKWAH – Penyejuk Hati Penggugah Jiwa



MASIHKAH KITA TERLENA?
Oleh: Rochma Yulika


Saat wajah mulai berkerut
Saat uban penuhi rambut
Saat kemampuan mulai surut
Tanpa kita sadara ternyata ajal segera menjemput

Masihkah kita terlena
Dengan hasrat dunia fana?
Ataukah masih terbersit keinginan-keinginan semu belaka?
Atau segera bersujud sebagai tanda mengabdi pada-Nya?

Hidup di dunia sangat sesaat
Jangan sampai terjerat bujuk  rayu syetan terlaknat
Yang akan mengajak kita jadi kerabat
Tinggal di neraka yang tak hanya sesaat

Apa yang kita bawa nanti,
jika tak segera berbenah diri
Apa yang kita cari,
bila tak segera menuju ridla ilahi

Terkadang kita terlelahkan
Oleh angan yang tak pasti
Terkadang kita disibukkan
Oleh urusan duniawi

Sesibuk apa diri kita dibandingkan para Nabi
Sesibuk apa diri kita dibandingkan para Ulama diseluruh negeri
Sesibuk apa diri kita hingga lalai untuk mengaji
Sesibuk apa diri kita hingga tak sempat menjadi manusia yang berbakti
Dan banyak alasan kesibukan sehingga tak selesai satu juz sehari

Sementara waktu tak lagi tersisa
Malaikat mau pun siap mencabut nyawa
Hanya amal yang akan menyelamatkan kita
Berharap magfirah atas segala dosa

Biro Tausiyah Rutin ODOJ
Tradera/06/22/8/2014

Jum’at, 22 Agustus 2014




Rabu, 13 Agustus 2014

INSPIRASI ODOJ




 Sumber : google

 

Terinspirasi pagi ini kiriman wa dari member Odoj 1280 di group sharing, Bunda dan anak yang ada dalam satu group Odoj.

Sang Bunda terharu melihat kesungguhan putrinya yang masih duduk di bangku kelas VIII berodoj padahal waktunya sangat sedikit. Berangkat ke sekolah jam 05.30 tiba dirumah sekitar jam 17.00 Istirahat sebentar, setelah maghrib belajar hingga jam 20.00. Dalam keadaan terkantuk Tharisa mengambil Al Qur’an mulai tilawah.

”Kadang Saya tak tega melihatnya, kalau sudah ngantuk tidur aja ... nanti bacanya juga tidak khusyu dan salah. Kadang dia paksakan terus sampai kholas, kadang tak kuasa juga menahan kantuk ... lalu tertidur” ujar bunda Uke

Esoknya mulai terbangun hingga pergi ke sekolah tak ada waktu untuk tilawah lagi. Pagi ini saya tanya “Tinggal berapa lembar lagi?”

“Tiga lembar lagi” balas Tharisa. Selanjutnya diantar papanya naik motor. Beberapa menit kemudian dapat bbm dari suami,”Mam, Dede kholas”

Alhamdulillah, rupanya dia meneruskan tilawahnya di motor. “Semoga selalu istiqomah dan komitmen odoj selalu terjaga. Aamiin” Doa bunda Uke untuk putrinya

(Bunda Yuke M & Tharisa)

               Setelah ikut acara Grandlaunching Odoj tanggal 4 Mei 2014 di Masjid Istiqlal dan ada posisi kosong dalam group yang kosong, ditawarkan oleh sang ibu untuk bergabung dalam group. Resmilah Alifa bergabung tanggal 6 Mei 2014. Usianya sekitar 9 tahun kelas 4 SD.

               Rasa jenuh dan bosan terkadang dialami oleh member, termasuk Alifa. Setelah 2 bulan dia sampaikan untuk berhenti berodoj. Bagaimana dia tidak ingin berhenti, saat libur ingin juga bermain seperti teman-temannya. Tapi tidak boleh bermain sebelum selesaikan tilawahnya # galak banget ya ibunya he he he

Waktu bergabung itu belum terbentuk Odol kids (One Day One lembar) atau Odalf (Satu hari setengah juz) seperti sekarang. Alifa merajuk pada ibunya untuk ikut ODOL seperti teman-temannya yang baru bergabung.

“Sayang Nak, kalau kemarin sudah ikut satu Juz, mau mundur jadi satu lembar. Nanti pasti Allah akan memberikan kemudahan untukmu” bunda Alifa menyemangati. Kadang terpikir ibunya, sangat memaksa, tapi kalau tidak sekarang akan susah nantinya.

(Bunda Wida & Alifa) 

               Untuk Ananda Tharisa, Alifa dan  Maya bidadari kecil yang masuk dalam G1280 kami doakan selalu istiqomah dan menjadi putri yang sholeha, tercapai segala cita dan impian yang menjadi penyemangat dalam group untuk segera kholas ...Hamasah.

Kamis, 14 Agustus 2014




Senin, 11 Agustus 2014

OASE DAKWAH PENYEMANGAT DIRI


Alhamdulillah segala puji hanya Milik Allah Swt, sangat bersyukur bergabung dalam komunitas One Day One Juz. Yang menempa diri untuk selalu berinteraksi dengan Al Qur’an. Saat perasaan malas datang, Oase Dakwah hadir sebagai motivasi yang dikirimkan setiap pagi oleh tim pusat, selalu menyemangati diri dan member.
Saat diberikan amanah untuk menjadi admin, banyak pertanyaan yang kusampaikan pada admin sebelumnya. “ Yang lain saja Mbak, masih banyak yang mumpuni” ( mencoba cari alasan he he he wa saya sering error).  Mutar-muter alasan tetap saja keputusannya yang tak bisa digugat. Kenapa tak ditanyakan ke member yang lain. Rasanya seperti ditodong he he he ... , dan akhirnya menyerah bismillah memulai amanah ini.
Saling mensupport, berbagi ilmu, motivasi dan pengalaman dengan para admin yang tergabung dalam Fasil 35 menjadi tempat yang menyenangkan.
Dari cerita para admin, tak jarang putus asa menghadapi member yang bermacam-macam karakter. Dibutuhkan kesabaran dan kelapangan hati. Wa yang sering error juga menjadi kendala yang hampir dialami oleh semuanya baik admin atau member. Gregetan banget rasanya bila wa error ... Alhamdulillah dipertemukan dengan salah satu admin “Mbakfi” (teman blog dan admin odoj), yang energik dan selalu semangat.
Ini salah satu Oase Dakwah yang mak jleb banget di hati :

OASE DAKWAH
~Penyejuk Hati Penggugah Jiwa~
Senin, 11 Agustus 2014

Iman, Dimana Engkau berada
Oleh: Rochma Yulika

Dimanakah iman??
Apakah masih bersemayam dalam jiwa kita?
Atau sudah enyah meninggalkan diri kita
Atau kita yang enggan menjaganya dalam hati kita?

Saat dusta menjadi tabiat
Saat perbuatan hina semakin menjerat
Saat tutur hadirkan khianat
Saat langkah menuju jalan yang sesat

Dimana iman berada?
Saat kata berbalut dusta
Saat kalimat berbungkus siasat
Saat sikap berhias perilaku tak beradab

Apakah kita masih beriman, kala kebohongan merajalela
Kala maksiat menjadi hal yang biasa
Kala nista merajai hawa nafsu kita

Apakah masih ada hasrat untuk taat
Apakah masih ada keinginan untuk bertaubat
Apakah masih ada harapan untuk hidup bermartabat
Apakah masih ingin raih kemuliaan di akhirat

Mari kita jaga iman dalam diri kita dan menjadikannya energi dalam kehidupan hingga akhir usia

Tetap semangat dalam kebaikan hingga akhir kehidupan

Aamiin

Biro Tausiyah Rutin ODOJ
Tradera/TR/01/11/08/2014

Jazakallah khoiron katsiroh, untuk semua Tim Pusat Odoj, para Kormin yang selalu mensupport kami. Barakallah











Sabtu, 19 Juli 2014

Jangan Biarkan Berlalu Tanpa Makna


     Tak terasa Ramadhan  tinggal beberapa hari lagi akan meninggalkan kita. Mencoba merenungi apa yang telah diperbuat untuk mengisi tamu yang mulia ini. Rasa sedih atau bahagiakah yang dirasakan saat ini, ataukah penyesalan karena hari yang dilalui terlewat begitu saja tak bermakna, selain hanya menahan haus dan lapar. 

     Tidak ada kata terlambat, segera azamkan dalam diri untuk memperbaiki yang sudah terlewati. Masih ada beberapa hari untuk meraih cinta-Nya, maximalkan diri membuat perbaikan untuk mengejarnya, walaupun harus berlari dan berlari. 

     Sahabatku ..., ingatkah cerita lomba lari antara Kura-kura dan Kelinci. Kelinci yang sombong melihat Kura-kura yang masih jauh tertinggal dibelakangnya, maka Kelinci istirahat dibawah pohon hingga terlelap. Namun Kura-kura terus berjalan hingga bisa melewati Kelinci yang masih pulas tertidur. Dan siapakah yang menjadi pemenang pertama mencapai garis finish. Siapa lagi kalau bukan si Kura-kura yang menjadi Juara.

     Ada yang bahkan telah membuat target mengisi Ramadhan, tetapi hanya sebagai catatan saja. Maka target tidak akan tercapai tanpa tindakan yang nyata. Tetap semangat dan berpikir positif, untuk menuju finish. 
"Mungkin inikah Ramadhan terakhirku?" Maka ibadah yang terbaik yang akan dipersembahkan untuk-Nya.

    Namun bila masih diberikan panjang umur, yang paling penting adalah setelah Ramadhan lewat, apakah selanjutnya kita menjadi pribadi yang fitri, ataukah masih sama saja dengan sebelumnya. 

Yuk Sahabat ...
Semangat selalu menuju garis kemenangan. 

Ahad, 20 Juli 2014

    


Kamis, 12 Juni 2014

NIKMAT TUHANMU MANAKAH YANG KAU DUSTAKAN?


Sumber google

Tatkala membuka mata, masih diberikan waktu untuk melihat sinar matahari pagi. Jantung masih bisa berdetak, telinga yang masih mendengar suara kehidupan. Anggota tubuh lain bisa digerakkan. Syukur pada-Mu yang telah memberikan semuanya.
“Siapa yang memberikan semua itu? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Melihat anak-anak, masih Engkau berikan amanah untuk menjadi orangtua, doa mereka yang akan menjadi cahaya kubur nanti. Teman atau saudara, masih banyak yang belum dikarunia putra walaupun usia pernikahannya telah sekian tahun bahkan puluhan. Segala upaya dilakukan sebagai ikhtiar untuk mendapatkan keturunan.
“Siapa yang memberikan anak, pewaris keturunan keluarga? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Saat keluarga, saudara atau tetangga yang terbaring sakit, betapa berharga mahal arti sehat. Walau harta berlimpah, namun banyak larangan dokter yang harus dipatuhi, untuk tidak makanan jenis tertentu. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan demi sebuah kesembuhan. Namun tetap penting untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan. Berpuasa sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan, selain berolahraga.
“Siapa yang memberikan sehat? Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Hamparan bumi yang dipijak, dengan seluruh isinya, betapa Allah maha kaya menyediakan untuk semua Mahluk ciptaan-Nya. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? 
Berkali-kali Allah menyebut dalam surat Ar Rahman,"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?". Apa sesungguhnya yang dapat kita renungkan dari ayat tersebut.

 Allah yang seharusnya menjadi cinta pertama kita. Apa yang telah kita lakukan untuk meraih cinta-Nya. Membuka Kalam Ilahinya bila sisa waktu. Astagfirullah ....Ampuni kami ya Rabb. 

Kebahagiaan ada dalam hati yang tenang, serta rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan. Wujudkan dengan menjadi umat-Nya yang bermanfaat. Minimal bagi keluarga.

11 Juni 2014
Motivasi dari seminar ESQ