"MENULISLAH YANG IKHLAS, AGAR ILMUMU TERWARIS, AGAR MATIMU TAK MEMBAWA TANGIS, AGAR MASA DEPANMU TAK MIRIS, KARENA KISAH HIDUPMU SUDAH BERJALAN MANIS" ~FROM KUPER TO SUPER~

Jadilah pribadi yang rendah hati, jangan sombong,jangan dengki karena hidup hanya sekali harus berarti

Motivasi

Kita sering dihantui rasa takut, sesungguhnya ketakutan itu yang akan menghambat diri kita untuk menjadi manusia pemberani dalam menghadapi hidup. Ingatlah ada Allah yang akan selalu memberikan pertolongan-Nya

Motivasi

Jangan sia-siakan masa mudamu, karena disitulah waktu untuk mempersiapkan masa tuamu.

Motivasi

Bekerja, berjuanglah dan berdoa sertakan jiwa Ikhlas didalamnya. Yakinlah Allah Swt akan mengabulkan permohonanmu. Dia yang akan memberikan kepantasan untukmu.

Motivasi

Syukurilah segala nikmatNya, siapa yang pandai bersyukur maka akan ditambah nikmatNya

Selasa, 14 Oktober 2014

SAKIT, JALAN MENUJU CINTA-NYA


Sumber Google

Ini Cerita dari teman admin dan member yang menginspirasi. Al Qur’an sebagai As Syifa, penyembuh dari segala macam penyakit. Baik Jasmani maupun rohani. Cerita dibawah ini menjadi spirit, khususnya saya pribadi. Dokter yang dicintai Allah, ujian sakit yang berat dialaminya dihadapi dengan penuh kesabaran, lapang hati. Tanpa melelang atau keluar dari group ODOJ ...  MasyaAllah, tetapi semakin mendekatkannya pada Kalam Ilahi. Ikhlas menerima ujian sakit, sakitnya menjadi penggugur dosa.

Pengalaman menarik jadi admin.. Waktu grup awal terbentuk sangat menyenangkan.. Para member rame banget ... Kita bisa masuk grup odoj ... Bimbing kami ya, adminnya siapa??.. Caranya gimana nih. Apa kita baca lewat telp bergantian baca ato gimana nih ... Kita baca sama-sama, apa sendiri-sendiri... Bla bla bla... Pokok intinya mereka bergembira.
Begitu mulai pembagian jatah juz semua semangat. Langsung tilawah langsung lapor kholas.. Waktu masih ada lelang juz, semua rebutan ambil lelang karena ingin bisa khatam grup tiap hari.

Lama-lama sebagian member mulai mengendur semangatnya ... Mulai ada yang tanpa kabar beberapa hari, harus di sms ato ditelp dulu. Alasannya paket internet habis gak ada uang buat beli pulsa. Ada lagi yg alasan hp error macem-macem alasan.

Ada satu member yang jadi perhatianku. Beliau seorang dokter, tugas di RS dan sambil kuliah spesialis. Tapi sangat rajin tilawah bahkan ambil lelang 2 juz.
Waktu aku tanya apa gak repot dengan jadwal praktek. Beliau bilang tdk repot kok bunda.. Saya sebelum ikut odoj sdh terbiasa baca Qur'an sehari 1-3 juz...
Itu pesan alm.bapak saya.

Bapak saya tinggal disebuah desa terpencil di jawa tengah, punya anak 5. Pekerjaan bapak buruh tani, kalo sore ngajar ngaji. Karena biaya hidup semakin banyak, akhirnya bapak jadi TKI ke Saudi sebagai sopir.
Bapak selalu pesan kepada anak2nya. Dalam kondisi apapun kalian harus baca Qur'an minimal khatam 1 kali 1 bulan, syukur-syukur kalau bisa khatam 3 kali dlm 1 bulan. Semua anak-anaknya nurut sama bapak.
Sekarang dari 5 anak bapak, yang 3 jadi dokter, yang 1 jadi guru besar di Jkt, yg satu jadi pengusaha di Mlg.

Akhir cerita.. Sekarang beliau dokter member saya itu, akhir-akhir ini sering telat kholas. Waktu aku japri, beliaunya bilang aku lagi sakit bunda ini lagi di UGD. Minta perpanjangan waktu ya, aku sdh baca 1/2 juz kurang 1/2. Saya bilang dilelang aja mbak biar dilanjut yg lain. Jangan bunda aku selesaikan sendiri. Temen-temen jangan sampai tahu kalau saya sakit.

Aku jawab... Oke kalo gitu biar aku aja yang selesaikan juznya.Beliau tetap tdk mau, juznya dibaca sendiri sambil berbaring di UGD.
Beliau opname 5 hari di RS, tp juznya ttp dibaca sendiri. Hingga suatu saat beliau hubungi saya. Bunda nanti jam 5 sore saya naik meja operasi. Jatah juz saya hari ini sdh kholas. Untuk 3 hari kedepan jatah juz saya sdh selesai saya baca. Kalo mungkin saya masih blm sadar atau blm kuat ... Tolong tiap hari bunda yang lapor kholas ke grup ya ... Maaf merepotkan bunda. Ternyata beliaunya kena kanker payudara sdh parah..
Tiap hari saya tanyakan keadaan beliau ...

Setelah operasi harus kemo terapi. Kadang pusing banget mual-mual bunda... Saya utang juz saya ya, besok kalo sdh enteng saya bayar katanya gitu. Saya jawab iya mbak gakpapa.. Diam-diam saya bacakan juz jatahnya sambil bercucuran airmata.

Alhamdulillah sekarang beliau sudah sehat... Bahkan sudah ikut ujian dokter spesialis.. Alhamdulillah Ya Allah..

#Cerita mbak Emilsarah~teman Admin Odoj#



Pernah saya sakit kepala hingga mata kayaknya perih banget gak bisa dibuka. Kalau melihat cahaya makin pusing, hingga waktu itu saya minta dilelang..tapi hingga sore saya lihat belum ada yang ambil lelangan saya,akhirnya saya paksakan baca ...tapi saat itulah mata jadi nggak perih lagi dan sakit kepala berkurang. Al qur'an sungguh benar as syifa ... sebenarnya rasa malas baca Al Qur-an itu hanya terbawa perasaan aja.saat sakit dikit ..duh gak bisa baca deh ...tp saat kita lawan rasa itu dan paksakan baca ayat demi ayat..ternyata fine-fine aja ..hilang semua rasa sakit dan malas yang tadi menyerang.

#Cerita dari member – Bunda Uke#

Cerita  teman admin diatas dirasakan juga oleh group kami, setelah sekian lama bergabung  terkadang mengalami kejenuhan. Namun bisa jadi juga karena aktifitas member yang sibuk. Lelang terkadang tidak cepat-cepat diambil untuk rebutan seperti dahulu. Bunda Uke, terimakasih yaa .... dari ceritanya, kami belajar untuk tidak gampang mengeluh saat diberikan ujian sakit.

Salam Odoj

14 Oktober 2014


Kamis, 09 Oktober 2014

DOA DAGANGAN LARIS


Mbah Google

Dalam perjalanan di bus menuju tempat kerja, saya masih asyik menatap hape, melanjutkan tilawah. Tak terasa sampai di kebun jeruk. Begitulah bila sudah asyik membaca Surat Cinta Allah.  Perjalanan jauh tidak terasa membosankan. Seperti ada magnet didalamnya seakan menarik diri kita agar  tidak berhenti membaca.
   
    Disamping saya sudah berganti penumpang lain. Rupanya dia memperhatikan apa yang saya baca di hape. Sampai Al Baqarah ayat 243 sebentar lagi kholas Juz 2.

    ”Mbak, kalau doa agar dagangan laris apa?” Tiba-tiba lelaki disamping bertanya
    “Sebentar ya Pak, saya selesaikan tilawah dulu,” Jawabku
Tak berapa lama,  saya jawab pertanyaannya.

    “Maaf ya, Pak ... belum pinter saya, tapi akan jawab semampunya. Kalau minta rizki doanya yaa ... banyak banget Pak. Baca asmaul Husna Yaa Fattah Yaa Razzaq, atau membaca waqiah, doa minum air zam-zam dan lainnya. Nah ... ada yang pernah bilang baca Al Fatir ayat 29 sd 30. Tapi kalau menurut saya, itu petunjuk Allah dalam membuka rizki, jadi jangan sampai hanya baca karena ingin dagangan laris saja"

Segera kucari di Hp Surat Al Fatir ayat 29-30.

    “Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi (QS Al.Fatir : 29)
“Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri” (QS Al.Fatir :30)

    “Dijelaskan di surat tersebut, membaca kitab Allah kemudian shalat, Bapak pagi bisa shalat Dhuha dulu dan ditambah sedekah, sebelum buka tokonya, janji Allah dagangan Bapak tidak akan merugi!!. Ini yang pernah saya dengar juga dari seorang ustad juga, Pak.”

    “Hape mbak isinya berapa Juz?”
    “Ada 30 Juz Pak, daripada bengong diperjalanan, lumayan Pak sambil baca, syukur-syukur yang ada artinya, jadi kita mengerti apa isinya.”
Manggut-manggut si Bapak, entah jelas atau tidak dengan penjelasan saya.
   
    “Saya jualan eletronik, didaerah Senen. Seperti komputer dan perangkatnya,” lanjut dia dalam obrolan.
    “Coba saja, Bapak praktekkan kata ustad tersebut, he he he”
   
    “Permisi ya, Pak. Sebentar lagi saya turun.”
    “Terimakasih ya, nanti saya buka suratnya. Hati-hati”
Tak terasa aku sudah harus turun bus, karena sudah hampir sampai tujuan.

    “Kalau ketemu lagi sama Bapak itu, kira-kira dagangannya laris atau nggak?” tersenyum dalam hati saya. Saya doain semoga laris manis ya Pak. Barang habis duit ngumpul he he he


Jakarta, 9 Oktober 2014

Senin, 06 Oktober 2014

SAHABAT, SEMANGATMU ENERGI UNTUKKU


gOOGLE


Tidak selamanya rutinitas membaca 1 Juz yang kita lakukan tiap hari akan selalu berjalan lancar. Ini tidak hanya dialami oleh kami saja, bahkan mereka yang hafiz Al Qur’an juga pernah mengalami, seperti dituturkan oleh mereka dalam buku  “10 Jurus Dahsyat Hafal Al Qur’an”.
    Apalagi kami yang masih terus belajar berinteraksi dengan Al Qur-an. Keikhlasan dan kesabaran sangat diperlukan dalam menghadapi segala godaan kesibukan duniawi. Namun bergabung dengan komunitas ini, semangat yang turun menjadi naik kembali, saling sharing, saling memotivasi dan membagi pengalaman.Diskusi pagi ini dalam group sharing , saling menyemangati antar rekan. Berikut sebagian testimony mereka :

1. Dwi H (Guru SLTP di Kalimantan) - bergabung sejak berdiri group 1280 hingga saat ini, usia group 261 hari. Tanpa melelang bacaan walaupun menghadapi persiapan pernikahan hingga hari H.

Pengalaman waktu resepsi saya pas hujan deras plus petir kayak badai, jadi saya tetap aja baca Al-Qur-an nungguin hujan teduh sambil dalam hati berdoa semoga hujannya reda. Alhamdulillah hujannya berhenti, begitu mudahnya Allah memberi rahmatnya dengan membaca Al Qur-an. Untung tak dilelang.

2. Novitasari (Mahasiswi- Palembang) – bergabung sejak berdiri group 1280

Kemarin waktu sidang tertutup tesis, sambil menunggu penguji masuk ruangan aku sudah duduk dikursi persidangan. Aku sempetin baca Al Qur’an, teman-teman bilang fokus baca tesis itu dulu, jangan liatin hp muluk he he he.
Alhasil ujian aku nyantai banget. Ujiannya juga cepat selesai nggak kayak orang-orang lama ditanyanya banyak banget haha... Nilainya juga sesuai dengan usaha aku yang nyantai . Efek baca Al Qur’an diwaktu yang menegangkan lebih keliatan efeknya, daripada waktu senggang.

Walau ada yang menjudge ngapain ngodoj? Bacaan tuch benerin dulu ntar malah dapet dosa lagi daripada pahala. Kalau bacaannya salah-salah. Terus kujawab, daripada ngabisin waktu ngobrol dengan kamu yang sudah pasti dapat dosa, mending aku ngodoj. Setidaknya masih ada dua opsi, opsi pahala & dosa.

3. Sekar W (Mahasiswi,tutor- Tangerang) -bergabung sejak berdiri group

“Daripada menghabiskan masa ngejomblo dengan hal sia-sia mendingan nge-ODOJ” . Dia salah satu member yang paling rajin ambil lelangan, dan selalu bikin kita ketawa oleh komentarnya.

4. Veva V (masih kuliah- Bandung) – bergabung sejak 5 September 2014

Alhamdulillah mulai bisa membiasakan diri baca 1 Juz setiap harinya. Yang awalnya 1 Juz bisa dibaca beberapa hari. Lebih nyaman, banyak pengetahuan baru juga. Mudah-mudahan bisa istiqomah.

5. Yani (Karyawati-Bandung) – bergabung  sejak 13 Agustus 2014

Hari ini jadwal anak saya pertama masuk sekolah INCLUSI.  Jadi sedikit-sedikit bacanya (bertahap), selalu ada jeda dari anak saya. Lagipula anak saya beda dengan yang lain. Anak saya sedikit AUTIS, makanya saya harus benar-benar bagi waktu untuk anak, kerjaan, rumah. Dan yang pasti saya selalu berusaha untuk ODOJ, meskipun dengan mencicil bacaan.

Subhanallah, sahabatku semua dalam group tetap bersemangat untuk menyelesaikan tilawahnya 1 hari 1 Juz. Apapun aktivitas mereka, Allah first, Allah again, Allah continues. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita dunia dan akherat. Aamiin

Jakarta, 7 Oktober 2014 (Selasa)

Selasa, 30 September 2014

OASE DAKWAH ~TELADAN KESABARAN & PENGORBANAN


Sumber : google

 OASE DAKWAH~Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Rabu, 01 Oktober 2014

Ibrahim's  Family - Teladan Kesabaran dan Pengorbanan
Oleh: Ani Listriyana

Sahabat surgaku..
Siapa yg tidak kenal dengan sejarah Nabi Ibrahim dan keluarganya?
🌿🐏Siapa diantara kita yang tidak  tahu bahwa selama berpuluh-puluh tahun Nabi Ibrahim belum dikaruniai anak😭 .tapi ketaatan dan kesabarannya tidak pernah pudar..👳🌟👳

🌿🐏Siapa yg tidak tahu bahwa ketika anak yg ditunggu-tunggu kelahirrannya hadir ke dunia👶 ternyata Allah mewahyukan untuk menjauhkan anak tersebut dan ibunda Ismail, hajar ke Palestina..
Lelaki mana yang ingin jauh dr anak dan istrinya?.. Tapi kesabaran dan Ketaatan Ibrahim tidak pernah menyusut, dia laksanakan perintahNya dengan keikhlasan

🌿🐏Siapa yang tidak kenal dengan hebatnya kesabaran Ibrahim dan Ismail, ketika Allah memerintahkan Ismail untuk di sembelih?
Ketika sang ayah menyampaikan mimpinya kepada sang anak, Ismail dg tenangnya menjawab "...wahai Ayahku , lakukanlah apa yg telah Allah perintahkan kepadamu..Insyaallah kau akan mendapatiku termasuk golongan org yang sabar''(Qs. As Shaffat:102)
Masyaallah, tidak ada teladan yang luar biasa dari pengorbanan mereka

Bagaimana dengan pengorbanan kita semua sahabat??pengorbanan seorang yg mengaku beriman tentunya😊

Kita ambil contoh ujian waktu⏰⌛
Waktu adalah bagian kecil dari ujian Allah untuk kita tapi banyak yang tidak lolos dari ujian kecil ini..
Msh bnyak di antara kita yang  sering menunda nunda waktu sholat, MELUANGKAN waktu sisa untuk  membaca ayat suci Alquran dg alasan ''kesibukan duniawi'' dan msh bnyak ketatan lain yang kita akhirkan setelah kepentingan duniawi.lalu, di mana letak pengorbanan waktu kita?pantaskah qt dikatakan beriman dan mengharap bertemu dengan-Nya di surga??
Sementara tidak dikatakan beriman seseorang smpai Allah mengujinya dan dalam ujian pasti ada yang kita korbankan


Biro Tausiyah Rutin ODOJ
TR/14/01/10/2014
tausiyahrutin14@gmail.com

Minggu, 28 September 2014

HUTANKU SAYANG, HUTANKU MALANG

Hijaunya negriku sumber google

Negri yang dirindukan oleh bangsa Indonesia terkenal dengan gemah ripah loh jinawi, subur, makmur, kerta raharja. Hutan dan seisinya menjadi kekayaan tersendiri bagi bangsa ini. Namun kini, akibat segelintir oknum yang ingin membuncitkan perutnya, merusak ekosistem yang ada. Hutanku dulu yang hijau kini berubah warna bagaikan lautan api.

Malangnya Hutanku sumber google


    Saat ini negara kita memasuki musim kemarau yang panjang. Selain sumber air seperti sumur dan sungai mulai kekeringan, kebakaran juga terjadi. Tak jauh dari rumah penulis, juga ada kebakaran dirumah penduduk, akibat dari membakar sampah. Tak disangkanya kalau angin yang kencang akan menyebabkan apa yang dibakarnya bisa merembet kemana-mana.

    Salah satu sahabat odojers yang berada di Palembang, mengabarkan bahwa saat ini disana, kabut asap tebal terjadi karena kebakaran di hutan. Yang terjadi karena adanya oknum yang sengaja membakar lahan untuk industri. Setelah perjalanan menuju ke tempat pamannya, yang melewati kabut asap, kondisinya drop, flu dan demam. Dia seorang guru, melalui whatsapp bercerita, tentang murid-muridnya banyak yang sakit batuk, flu, sesak nafas, mata, dan lainnya.

    Wahai pembakar hutan, tak kau bayangkan bagaimana bila ini dialami oleh keluargamu. Dimana hati nuranimu? Ataukah kau pikir paling hanya sakit batuk atau flu? Astagfirullah. Akibat kesengajaanmu ini, banyak orang yang terdholimi. Bagaimana bila semua mendoakan keburukan untukmu?. Semoga ini tidak terjadi, tanpa didoakan untuk keburukanpun, akan engkau terima akibatnya entah dalam waktu dekat ataupun lama.

    Bumi dimana tempat hidupmu didunia, telah kau rusak sendiri. Disitulah banyak sumber kehidupan ada untuk semua mahluk ciptaannya? Bagaimana nasib binatang yang ada hidup disana? Hanya demi mementingkan kepentinganmu sendiri, nafsu serakah hingga kau abaikan keselamatan beribu jiwa lainnya.

    Ingatlah, nasehat dari orang bijak, apa yang kau tanam itulah yang kau tuai. Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“ (QS. Al Zalzalah : 7-8 )
   
    Doa dari kami untuk sahabat Dhira, dan semua wilayah yang terkena dampak kebakaran hutan, semoga Allah berikan kesehatan, keselamatan, yang sedang sakit diberikan kesembuhan. Serta bersabar dengan ujian yang ada.


Salam Odoj,
29 September 2014

Selasa, 16 September 2014

KAPAN GILIRAN KITA?






       Selasa, 9 September 2014, Jam 02.15 dini hari saat hapeku terdengar nada panggilan. Dengan masih terkantuk-kantuk kubangun juga siapa tahu ada telp penting.  Beringsut menuju meja tempat kumenaruh hape, dari nomor tak dikenal, sempat terlintas jangan-jangan orang iseng. Namun tetap kuangkat juga, karena penasaran.

    “Assalamu’alaikum,” sapaku
    “Wasalamu’alaikum, Mbak ... ini Heri, Latif meninggal!” terdengar isak tangisnya
    “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, ya Allah ... kenapa?”
    “Kecelakaan, segera kabarin saudara lain ya!!!”
   
    Tak ada kabar sakit tentang keponakanku, tiba-tiba dipanggil oleh yang maha kuasa. Masih berusia 25 tahun. Doa dari kami semoga mas Latif Buchory diampuni segala dosa, diterima semua amal ibadahnya, digolongkan ke dalam hamba-Nya yang sholeh. Aamiin
Kapan tiba giliran kita? Besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau sekian tahun lagi. Kematian sebuah misteri hanya Allah Swt yang tahu. Tak ada satupun dari diri kita yang tahu keadaan masing-masing, akan menuju Surga atau Neraka. Mari persiapkan bekal yang terbaik saat menghadap Ilahi, jangan sia-siakan waktu, isi dengan hal yang bermanfaat. Siapakah yang akan menemani dalam kubur?

    Semoga Allah menjaga hati dan diri kita semua dalam taqwa, persiapkan bekal untuk menghadap-Nya. Setiap hari paksakan diri untuk berinteraksi dengan Al Qur’an baca terjemahan/arti karena didalamnya merupakan petunjuk jalan, obat dari segala macam penyakit hati, sebagai cahaya kehidupan dan cahaya kubur kita kelak. Awalnya paksaan tetapi lama-lama akan jatuh cinta. Bila tak percaya, silahkan dicoba.

Ya Allah ... jadikanlah permulaan hari ini suatu rahmat, pertengahannya nikmat, dan penghujungnya berkah. Aamiin

Rabu, 18 September 2014

Selasa, 02 September 2014

SAAT TIBA WAKTUNYA



Alhamdulillah, syukur akan segala nikmat yang Engkau berikan. Tangis bahagia saat mendengar saudara, tetangga atau teman dipanggil menuju Baitullah. Dan hari ini kakak ketigaku (perempuan) bersama suami, mendapatkan hadiah yang indah dari Allah menunaikan rukun iman yang ke 5. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar setelah penantiannya selama 4 tahun.

Teringat 6 tahun yang lalu, saat aku bersama rombongan dibimbing oleh Ibu Hj. Erna (Pimpinan KBIH Ridho Allah) untuk sholat sunah 2 rakaat di Jabal Qubais. Disampaikan oleh beliau disitulah tempat Nabi Ibrahim as, memanggil umatnya untuk pergi Haji.

“Sholat sunah 2 rakaat dengan khusyuk dan setelah itu kita berdoa dalam sujud nanti akan ada yang terlintas siapa saudara atau teman kita yang akan datang untuk Haji” Pesan beliau sebelum kami memulai sholat.

Setelah sholat kamipun berdoa sujud pada Ilahi Robbi, dan yang kubayangkan saat itu tentu saja untuk suamiku agar bisa menyusul. Namun yang terlintas sekilas adalah kakakku yang nomor tiga ini. Wallahua’alam.

“Labaikkallah humma labaik, labaikalla syarikalakalabaik”. Setiap diri muslim seharusnya mempersiapkan diri untuk mendapatkan panggilan berhaji. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, entah dari golongan orang yang mampu dari finansial ataupun yang tak mampu sekalipun.

Banyak cerita dari teman-teman yang berangkat haji, bukan dari orang yang hartanya berlebih. Ada tetangga kakakku seorang penjual sayur kangkung namun beliau rajin bersedekah, tukang bubur naik haji (sudah diangkat ceritanya dalam sinetron TV), penjual cimol (cerita AA Gym) dan masih banyak cerita lainnya, termasuk saya pribadi he he he yang rasanya tak mungkin. Banyak jalan serta pintu rizki yang diberikan Allah, yang terkadang diluar nalar manusia. Yang tak mungkin, tapi bila Allah Kun Fayakun apa yang terjadi, terjadilah.  Silaturahim kepada mereka yang akan berangkat Haji, semoga kita tertular juga. Aamiin

Bagaimana agar diri kita mendapatkan panggilan itu? Pantaskan diri kita untuk mendapatkan ridhoNya. Yang sering terdengar adalah kalimat,”Aku belum dapat panggilan”

Berdoa untuk dipanggil sudahkah sering kita minta? Jangan pernah putus asa, yakinlah akan doa disertai dengan usaha dan ikhtiar serta kerja keras, insha Allah kepantasan yang akan kita terima. Selamat menjemput rizki, tetap semangat.
                                       Di Bandara Suta kakak menjemputku pulang dari Umroh
      

 Untuk kakakku tersayang,

 Selamat jalan, semoga Allah Swt berikan, kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunahnya, keselamatan dan kesabaran berangkat hingga kembali ke Indonesia, menjadi Haji dan Hj yang mabrur, tetap istiqomah. Aamiin

Kutunggu cerita indahmu saat tiba tanah air yaa, semoga berkantong-kantong kesabaran tetap dibawa karena mendapatkan amanah menjaga seorang jamaah ibu yang berumur 99 tahun.

Selasa, 2 September 2014